Seruan Bahaya Depresi Pasca Kematian Chester Bennington ‘Linkin Park’

Seruan Bahaya Depresi Pasca Kematian Chester Bennington ‘Linkin Park’

"Kamu telah mengilhamiku dalam banyak hal yang tidak akan pernah kamu ketahui" - Kutipan Surat Bennington pada Cornell

Oleh penggemarnya, kematian Chester Bennington vokalis band rock / nu metal Linkin Park, dengan cara gantung diri di kediamannya Palos Verdes, Los Angeles pada kamis 20 Juli lalu tak dibiarkan berakhir dalam nuansa kelam seperti kisah hidupnya selama ini.

Pasca kematiannya spekulasi pun bermunculan, bahwa dalam lagu-lagu Linkin Park banyak lirik yang menjadi ungkapan depresi yang dirasakan Bennington.

Yang paling fenomenal adalah surat yang ditujukan Bennington untuk sahabat dekatnya Chris Cornell - vokalis Soundgarden dan Audioslave yang juga mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri

Dalam surat tersebut ada indikasi Chester Bennington akan melakukan bunuh diri,

Kamu telah mengilhamiku dalam banyak hal yang tidak akan pernah kamu ketahui

Tiba-tiba, persoalan depresi dan bunuh diri kemudian mendapat tanggapan yang serius dari berbagai kalangan, khususnya penggemar Chester Bennington. Padahal masalah kejiwaaan seperti depresi sudah sejak lama menggerogoti kesehatan mental banyak orang dan menjadi salah satu faktor penyebab kematian.

Menurut data World Federation of Mental Health (WMFH) setiap 40 detik seseorang di suatu tempat di dunia ini meninggal akibat bunuh diri. Tak hanya itu saja, WMFH juga mengatakan kalau satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah kesehatan jiwa dalam hidupnya.

Pernyataan Menteri Kesehatan Prof. Nila Djuwita F. Moeloek, yang disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Mendiko Legal, drg. Tritarayati, dalam acara Puncak Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Monas, Jakarta beberapa waktu yang lalu seolah mengamini data WMFH diatas.

Kita perlu merenungkan bahwa setiap orang, seperti halnya diri kita masing-masing ingin diperlakukan dengan baik, dihargai dengan tulus, dan tidak diperlakukan berbeda satu sama lain”, adalah indikasi bahwa masalah depresi dan kesehatan jiwa sudah waktunya direspon sebagai kampanye global.

Momentumnya tiba,  kematian Chester Bennington disikapi sebagai pengingat tentang bahaya akan depresi

Para penggemar Bennington kemudian melakukan kampanye tentang bahaya depresi melalui akun di media sosial

Chester Bennington pergi tepat setelah Chris Cornell. Depresi benar-benar musuh. Minta tolonglah jika kesedihan menggerogoti Anda,” kata akun @TheHadou di Twitter.

"Kabar duka tentang Chester Bennington #linkinpark #RIP Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal berjuang melawan depresi, tolong hubungi @800273TALK," akun Dale Earnhardt Jr.

"RIP Chester Bennington. Bintang besar yang pergi terlalu cepat. Jika Anda sakit hati, sedang berjuang karena depresi, carilah seseorang untuk diajak berbicara," ujar akun Mark Ballas.

"Kesehatan mental bukanlah sebuah lelucon. Kita harus memecahkan masalah ini," tulis akun yung menace

"RIP Chester Bennington. Kita tak pernah tahu rasa sakit seseorang. Doa untuk keluarga. Jika Anda membutuhkan bantuan, ungkapkan," kata akun Paul Stanley

Sedih mendengar tentang Chester Bennington. Jika Anda membutuhkannya, segera lah cari bantuan,” tulis akun @DashWilderWWE.

Akun @ben_barlyo juga menulis, “Bunuh diri dan kesehatan mental adalah isu yang penting. Bahkan bagi mereka yang seperti tidak memilikinya. Pergilah ke @HopeForTheDay.”

Jika Anda atau seseorang yang Anda tahu berpikir untuk bunuh diri, ini bantuannya,” tulis akun @kevinandbean.

Dan masih banyak lagi.....

Chester Bennington selain Mike Shinoda adalah tokoh yang menjadi alasan Linkin Park menjadi  salah satu Band Rock / nu metal yang banyak puja sejak tahun 2000an.

Album pertama Linkin Park, Hybrid Theory sukses merebut perhatian dunia hingga saat ini. Album terbaru Band ini, One More Light pasca kematian Bennington juga berhasil memuncaki Billboard 200 awal tahun ini.

Tak terkecuali Chris Cornell yang banyak memberi pengaruh dalam hidup seorang Chester Bennington. Kedekatan persahabatan mereka tampak dalam surat terbuka Chester saat Chris Cornell meninggal yang di unggah di akun Instagramnya,

Dear Chris,

Aku bermimpi tentang The Beatles tadi malam.
Aku terbangun dengan lagu Rocky Raccoon yang masih terngiang di kepala dan juga wajah cemas yang terlihat di wajah istriku.

Dia mengatakan bahwa temanku baru saja meninggal dunia.
Kenanganku akan dirimu pun membanjiri pikiranku dan aku pun menangis.

Aku masih menangis, dengan sedih, dan aku juga merasa bersyukur karena telah dapat berbagi momen spesial denganmu dan keluarga cantikmu.

Kamu telah mengilhamiku dalam banyak hal yang tidak akan pernah kamu ketahui.
Bakatmu murni dan tak tertandingi.

Suaramu adalah sukacita dan rasa sakit, kemarahan dan pengampunan, cinta dan sakit hati yang terbungkus dalam satu.

Aku rasa itulah kita semua.
Kamu membantuku memahami hal itu.

Saat ini aku menonton videomu saat menyanyikan 'A day in the life' dari The Beatles dan aku kembali memikirkan mimpiku.

Aku berpikir bahwa kamu telah mengucapkan selamat tinggal dengan caramu sendiri dalam mimpi itu.

Aku tidak bisa membayangkan dunia tanpa dirimu di dalamnya.
Aku berdoa agar kamu menemukan kedamaian di kehidupan berikutnya.

Aku juga turut mengirimkan rasa cintaku kepada istri dan anak-anak, teman dan keluargamu.
Terima kasih telah mengizinkan saya menjadi bagian dari hidup Anda.

Dengan segala cinta dalam diriku

Temanmu,
Chester Bennington

Lagu Heavy, adalah salah satu lagu di album terbaru Linkin Park One More Light yang emosional dan depresif  sehingga dianggap sebagai indikasi Chester Bennington akan bunuh diri.


Rest In Peace, Chester!

You Might Also Like:

Share this:

Add Your Comment!
Hide Comment!

Disqus Comments